Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SMA Pasundan Purwakarta Dukung Program Sekolah Swasta Gratis (SSK) Jawa Barat

Foto : Kepala SMP-SMA Pasundan Purwakarta, Oma Muhammad Hatta, M.Pd,

PURWAKARTA || SMP - SMA Pasundan Purwakarta menggelar acara pelepasan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 dengan penuh khidmat dan kebersamaan. 

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa yang telah menyelesaikan masa pendidikan dan siap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Acara pelepasan dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan, Prof. Dr. Dadang Mulyana, S.M.Si, Kepala SMP-SMA Pasundan Purwakarta Oma Muhammad Hatta, M.Pd, para guru, orang tua siswa, alumni, serta tamu undangan lainnya.

Suasana haru dan bangga mewarnai kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang perpisahan bagi siswa kelas XII, acara juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai program pendidikan yang akan dijalankan SMA Pasundan Purwakarta pada tahun ajaran baru.

Di sela-sela kegiatan, Kepala SMP-SMA Pasundan Purwakarta, Oma Muhammad Hatta, M.Pd, menjelaskan bahwa SMA Pasundan Purwakarta telah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dalam Program Sekolah Swasta Gratis atau Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat.

"Program SSK ini diperuntukkan bagi seluruh warga Jawa Barat. Sekolah swasta yang tergabung dalam program ini menjadi penyangga bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, baik melalui jalur online maupun offline," ujar Oma Muhammad Hatta.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut orang tua siswa tidak dibebankan biaya operasional pendidikan selama anak menempuh pendidikan di sekolah yang tergabung dalam SSK.

"Ketika siswa masuk ke kelas SSK, orang tua tidak dikenakan biaya operasional pendidikan. Seluruh biaya operasional selama tiga tahun ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pemerintah memberikan bantuan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) sebesar Rp1,5 juta per siswa untuk masa pendidikan tiga tahun serta bantuan SPP sebesar Rp100 ribu per bulan per siswa selama tiga tahun.

Karena telah bekerja sama dalam program SSK, sekolah tidak diperkenankan menarik iuran operasional apa pun dari peserta didik. Namun demikian, sebagai sekolah swasta yang memiliki identitas dan ciri khas tersendiri, SMA Pasundan Purwakarta tetap menyediakan seragam khas sekolah seperti batik Pasundan dan pakaian olahraga yang pembiayaannya menjadi tanggung jawab orang tua siswa.

"Kami hanya membebankan biaya seragam. Itu pun dengan harga yang wajar. Perkiraannya sekitar Rp300 ribu untuk kebutuhan seragam tertentu. Kami berkomitmen agar biaya tersebut tidak memberatkan orang tua," jelasnya.

Oma Muhammad Hatta menambahkan, program Sekolah Swasta Gratis mulai dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. SMA Pasundan Purwakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut karena dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

"Alhamdulillah, program ini sangat membantu perekonomian orang tua siswa. Kami mendukung penuh karena memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat," ungkapnya.

Terkait kekhawatiran mengenai kebutuhan tenaga pendidik akibat bertambahnya jumlah siswa, Oma menjelaskan bahwa bantuan operasional yang diberikan pemerintah turut membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar, termasuk penambahan tenaga pendidik.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini sebagian besar siswa SMA Pasundan Purwakarta berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Bahkan, sekitar 90 persen siswa yang bersekolah di SMA Pasundan Purwakarta tidak membayar biaya pendidikan secara penuh karena berbagai pertimbangan sosial dan ekonomi.

"Pada tahun pelajaran sekarang terdapat 111 siswa, dan yang membayar SPP hanya sekitar 10 persen atau sekitar 10 siswa saja. Karena itu, adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentu sangat membantu keberlangsungan operasional sekolah," katanya.

Menurutnya, dengan dukungan program SSK, sekolah dapat lebih optimal dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tanpa membebani orang tua siswa. Selain itu, keberadaan program tersebut juga menjadi solusi dalam menampung lulusan SMP yang belum mendapatkan tempat di sekolah negeri.

Acara pelepasan siswa kelas XII tersebut ditutup dengan pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, penampilan seni dari para siswa, serta sesi foto bersama yang berlangsung penuh kehangatan. Para guru dan orang tua berharap para lulusan SMA Pasundan Purwakarta Tahun Ajaran 2025/2026 dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi generasi yang unggul, berkarakter, serta mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara. (Tedi)

Posting Komentar untuk "SMA Pasundan Purwakarta Dukung Program Sekolah Swasta Gratis (SSK) Jawa Barat"