Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Disporaparbud Purwakarta Komitmen Kembangkan Jaipong, Atharrazka Siap Jadi Agenda Wisata Budaya

Foto : Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Aep Durohman, M.Pd,

PURWAKARTA || Kejuaraan Pasanggiri Jaipong yang digelar selama tiga hari di kawasan Situ Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, resmi ditutup pada Minggu (28/6/2026). 

Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah tersebut mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta sebagai upaya nyata dalam melestarikan seni budaya Sunda sekaligus mencetak generasi muda yang mencintai budaya daerah.

Penutupan acara dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Aep Durohman, M.Pd, yang hadir mewakili Bupati Purwakarta.

Dalam sambutannya, Aep Durohman mengaku bangga melihat semangat dan kemampuan para peserta yang telah tampil sejak hari pertama hingga penutupan.

"Alhamdulillah, hari ini merupakan akhir dari rangkaian Pasanggiri Jaipong yang dilaksanakan selama tiga hari. Saya mewakili Bapak Bupati Purwakarta untuk menutup kegiatan ini secara resmi. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kreativitas, kemampuan, dan semangat luar biasa di atas panggung," ujarnya.

Menurutnya, Pasanggiri Jaipong bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi para penari untuk menampilkan hasil latihan yang selama ini mereka tekuni di sanggar masing-masing.

"Kegiatan seperti ini harus terus kita dukung karena menjadi wadah bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam seni jaipong. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan sanggar-sanggar seni membuahkan hasil yang membanggakan," katanya.

Aep menilai potensi generasi muda Purwakarta dalam bidang seni tari tradisional sangat besar dan mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Barat.

"Saya merasa bangga karena ternyata potensi anak-anak kita luar biasa. Tidak kalah dengan daerah lain. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap seni budaya tradisional, khususnya jaipong, masih sangat kuat," ungkapnya.

Meski di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah, Disporaparbud memastikan pembinaan terhadap sanggar seni tetap menjadi perhatian.

"Kami akan terus melakukan pembinaan terhadap sanggar-sanggar seni, termasuk sanggar jaipong. Walaupun kondisi anggaran sedang mengalami efisiensi, semangat untuk melestarikan budaya tidak boleh berhenti," tegasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari panitia, sponsor, pemerintah desa, Karang Taruna, Camat Campaka hingga Owner Panggung Sanggar Seni dan Budaya Atharrazka.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini berjalan sukses. Sinergi seperti ini harus terus dipertahankan demi kemajuan seni budaya di Kabupaten Purwakarta," katanya.

Kepada para juara, Aep menyampaikan ucapan selamat, sementara bagi peserta yang belum berhasil diminta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana agar penyelenggaraan Pasanggiri Jaipong ke depan dikembangkan menjadi event budaya yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menampilkan jaipong, tetapi juga terintegrasi dengan UMKM serta destinasi wisata. Situ Cigangsa memiliki potensi besar, begitu juga produk UMKM masyarakat. Ke depan, ketiga potensi ini akan dikembangkan bersama agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," jelasnya.

Pasanggiri Jaipong Atharrazka tahun ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Purwakarta. Selain menjadi ajang kompetisi.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit penari berbakat sekaligus memperkuat Purwakarta sebagai daerah yang konsisten menjaga dan mengembangkan seni budaya Sunda.

Posting Komentar untuk "Disporaparbud Purwakarta Komitmen Kembangkan Jaipong, Atharrazka Siap Jadi Agenda Wisata Budaya"