Paskibraka Purwakarta Jadi Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya, Tanti Rozida: Mereka Harus Jadi Role Model Generasi Muda
Foto : Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama, Tanti Rozida, S.Sos.
PURWAKARTA || Setelah sukses menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para anggota Paskibraka Kabupaten Purwakarta tidak serta-merta berhenti menjalankan tugas.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama, Tanti Rozida, S.Sos, mengatakan para anggota Paskibraka Purwakarta kini mendapatkan tugas tambahan sebagai Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya.
Menurut Tanti, program tersebut menjadi salah satu pembeda pembinaan Paskibraka di Kabupaten Purwakarta. Bahkan, ia menyebut konsep tersebut untuk saat ini menjadi program yang diinisiasi Purwakarta.
“Sekarang kita sudah berbeda dengan tahun sebelumnya. Anak-anak Paskibraka ini diberikan tugas tambahan sebagai Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya. Ini baru ada di Purwakarta,” ujar Tanti.
Ia menjelaskan, para anggota Paskibraka dipilih melalui proses seleksi yang sangat ketat. Dari sekitar 600 pendaftar, hanya 54 orang yang berhasil terpilih.
Dari jumlah tersebut, dua orang dikirim untuk mengikuti proses di tingkat provinsi, sementara 52 orang menjalankan tugas di Kabupaten Purwakarta.
Tanti menilai, proses seleksi tersebut menunjukkan bahwa para anggota Paskibraka merupakan generasi muda pilihan yang memiliki potensi untuk menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Mereka ini anak-anak hebat. Sebenarnya mereka adalah anak Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, tur singer,” katanya.
Konsep Pancawaluya tersebut, lanjut Tanti, sejalan dengan kebijakan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein untuk menghadirkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, pemahaman ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan serta kesadaran bela negara.
Selama mengikuti pendidikan Paskibraka, para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan terkait kedisiplinan dan tugas pengibaran bendera. Mereka juga dibekali nilai-nilai tanggung jawab, karakter mulia, wawasan kebangsaan serta pemahaman terhadap Pancasila.
“Anak-anak ini diharapkan menjadi role model atau contoh bagi generasi muda lainnya. Mereka memiliki pemahaman ideologi Pancasila yang baik, wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, disiplin, tanggung jawab dan karakter-karakter mulia lainnya,” jelasnya.
Ditugaskan Menyebarkan Nilai Pancasila ke Sekolah
Setelah menyelesaikan tugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, para anggota Paskibraka akan menjalankan peran baru di sekolah masing-masing.
Mereka akan menjadi Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya dengan cara menyampaikan berbagai pengetahuan dan nilai yang diperoleh selama mengikuti pendidikan Paskibraka kepada teman-temannya.
“Mereka tugasnya masuk ke kelas-kelas, menyampaikan apa yang mereka dapat selama pendidikan. Jadi pendidikan ini bukan hanya untuk mereka, tetapi harus disampaikan kepada seluruh anak agar menyebar,” tutur Tanti.
Menurutnya, nilai-nilai positif yang diperoleh selama pendidikan Paskibraka diharapkan dapat ditularkan kepada pelajar lainnya di seluruh Kabupaten Purwakarta.
“Nilai-nilai kebaikan dari pendidikan yang mereka dapat harus disebarkan dan ditularkan kepada semua anak di Purwakarta,” katanya.
Tanti berharap keberadaan Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya dapat menjadi bagian dari upaya menguatkan kembali pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila.
Ia menilai, di tengah perkembangan zaman, diperlukan figur dari kalangan anak muda sendiri yang mampu mengajak teman sebaya untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
“Diharapkan anak-anak inilah yang nantinya mengajak teman-temannya untuk kembali kepada Pancasila. Tidak ada solusi lain untuk bangsa ini selain kembali kepada Pancasila,” tegasnya.
Akan Dipantau dan Dikembangkan
Tanti mengatakan, aktivitas para Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya nantinya akan dipantau untuk melihat sejauh mana mereka menjalankan perannya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Kita akan pantau pergerakan mereka, bagaimana mereka menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Ia berharap para anggota Paskibraka tahun 2026 benar-benar mampu menjalankan peran tersebut sebagai teladan bagi generasi muda lainnya.
Sementara untuk calon Paskibraka tahun 2027, Tanti berharap pembinaan dapat dilakukan lebih baik dengan memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan dari para senior mereka.
“Untuk anak-anak Paskibraka berikutnya, tahun 2027 tentunya harus lebih baik. Mereka bisa mendapatkan informasi dan pengalaman yang baik dari seniornya yang sekarang,” katanya.
Bakal Diperkuat Melalui Peraturan Bupati
Tanti mengungkapkan, program Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya ke depan akan diperkuat melalui regulasi.
Saat ini, pelantikan dan penugasan para duta tersebut masih berdasarkan keputusan Bupati Purwakarta. Pemerintah daerah berencana menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur lebih jelas mengenai tugas, fungsi, serta mekanisme pelaksanaan program tersebut.
“Program tentang Duta Bela Negara dan Duta Pancasila ini akan lebih matang lagi karena nantinya akan diperbupkan. Sekarang baru keputusan Bupati yang melantik mereka,” ungkapnya.
Dengan adanya regulasi tersebut, diharapkan tugas dan tanggung jawab para Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya memiliki landasan yang lebih jelas dan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Tanti menambahkan, para Paskibraka yang saat ini menjalankan tugas sebagai duta nantinya akan memasuki masa purna pada 1 Juni 2027, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Yang sekarang nanti 1 Juni. Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, mereka purna dari Paskibraka dan dilantik menjadi Duta Pancasila. Itu merupakan program dari pusat,” pungkasnya. (Tedi)
Posting Komentar untuk "Paskibraka Purwakarta Jadi Duta Bela Negara dan Duta Pancawaluya, Tanti Rozida: Mereka Harus Jadi Role Model Generasi Muda"