Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Digital Direction Talk 2026 di Purwakarta Jadi Ajang Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif

PURWAKARTA || Semangat kolaborasi dalam membangun ekonomi kreatif berbasis inovasi dan teknologi mewarnai pelaksanaan Digital Direction Talk 2026 yang mengusung tema “Inovasi Kreatif dan Ekonomi Digital di Era Society 5.0”. 

Kegiatan yang berlangsung di Taman Mayadatar, Purwakarta, Minggu (7/6/2026), berhasil mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga generasi muda dalam satu forum diskusi dan pengembangan gagasan.

Acara yang terbuka untuk umum tersebut dibuka secara resmi oleh Saepul Bahri Binzein. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga bertumpu pada kemampuan manusia dalam mengolah ide, kreativitas, dan inovasi menjadi nilai tambah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ekonomi kreatif adalah ekonomi yang mengandalkan optimalisasi ide dan pikiran. Bagaimana sesuatu yang semula tidak bernilai menjadi bernilai, dan yang biasa menjadi luar biasa,” ujar Bupati Purwakarta di hadapan ratusan peserta.

Bupati juga mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memanfaatkan teknologi digital secara produktif, serta menciptakan berbagai karya inovatif yang mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.

"Anak-anak muda Purwakarta harus berani berinovasi, berkreasi, dan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk berkarya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Cecep Rukendi, sebagai narasumber utama dalam sesi kuliah umum.

Dalam paparannya, Cecep menjelaskan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi salah satu pilar penting pembangunan nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru melalui pemanfaatan kreativitas, inovasi, dan teknologi.

Ia menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing bangsa, memperkuat sumber daya manusia, serta menciptakan lapangan kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Ekonomi kreatif bukan hanya tentang produk, tetapi tentang bagaimana kreativitas manusia menjadi sumber nilai ekonomi baru yang mampu memperkuat daya saing bangsa,” jelas Cecep.

Selain sesi kuliah umum dan diskusi interaktif, Digital Direction Talk 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti kompetisi video kreatif, pameran tenant UMKM, serta penampilan komunitas kreatif yang menampilkan beragam karya inovatif dan produk unggulan daerah.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan, mempromosikan produk, sekaligus memahami berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan di era digital.

Sementara itu, mewakili pihak perguruan tinggi, Siswanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan Digital Direction Talk 2026 merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pertukaran gagasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Melalui Digital Direction Talk 2026, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi digital.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat merupakan kunci penting dalam menciptakan generasi kreatif, adaptif, dan berdaya saing, yang mampu menjawab tantangan era digital serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah dan nasional. (Td)

Posting Komentar untuk "Digital Direction Talk 2026 di Purwakarta Jadi Ajang Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Kreatif"